Bukan Diet Uji Coba

Anda serius?... ini bukan diet uji coba dengan anda sebagai kelincinya...

Ini bukan diet yo-yo yang membuat berat badan anda turun dan kemudian naik lagi lebih banyak...

Ini adalah sebuah Program Pengelolaan Berat Badan dengan Nutrisi Seluler (Cellular Nutrition) yang telah membantu begitu banyak manusia di dunia ini untuk turun berat badan, tampak & merasa lebih baik...

Quality Assurance

Berikut adalah fakta-fakta yang secara tidak langsung memperlihatkan bahwa program ini telah menunjukkan kualitas yang tinggi dan terus meningkatkannya:

  • Garansi 30 hari uang kembali
  • Sudah digunakan selama 26 tahun (Produk yang tidak bekerja dengan baik tidak akan mampu bertahan selama ini, apalagi dengan garansi uang kembali)
  • Sudah menyebar di 62 negara, dengan izin depkes & POM, FDA (POM SI 044 215 961, DEPKES RI ML 262704003399, dll), Sertifikat Halal MUI (LPPOM 00140037890106, dll)
  • Dengan komitmen science yang tinggi. Program ini dikawal tim medis & science yang ahli di bidangnya, diantaranya peraih Hadiah Nobel tahun 1998, peraih Penghargaan Dokter Terbaik di Amerika dan para ahli medis & science lainnya. Selain itu juga didukung Laboratarium Nutrisi Seluler & Molekuler di salah satu universitas terkemuka dunia.
  • Sudah lebih dari 40 juta pelanggan yang puas di seluruh dunia.
    Omzet penjualan yang luar biasa dan terus meningkat: US$ 2 Juta pada 1980, US$ 1 Milyar pada 1996, US$ 2 Milyar pada 1999.

Kesaksian Program Diet Alami Yang Sukses

Berikut gambar dan kesaksian produk sukses, sebelum memakai Program Diet Alami dan Setelah Memakai Program ini

Eliyati Bahri

Eliyati Bahri
Sebelum 78 kg, setelah 62 kg, turun 16 kg, pegal-pegal kaki hilang, kulit jadi lebih halus, min mata berkurang, rambut lebih lebat

Eva Z Rais

Eva Z Rais
Eva Z Rais (30 tahun, Jakarta) turun berat badan 24 kg, kulit wajah menjadi halus, felk dan jerawat hilang, serasa seperti gadis lagi!

Afdal Zikri Mawardi

Afdal Zikri Mawardi
Sebelum 72 kg, setelah 62 kg, turun 10 kg, perut mengecil, alergi selama 2 tahun hilang, migrain hilang, penglihatan mata jadi lebih jelas

Tetra Rossamadji

Tetra Rossamadji
Tetra Rossamadji (29 tahun, Jakarta), Turun 7 kg dalam 1,5 bulan dan perut buncit hilang, energi dan semangat meningkat

Marina Arfa

Marina Arfa
Turun 28 kg

Ibu Anon

Ibu Anon
Turun 35 kg

Mulyo Hadi (Brigjen Purnawirawan)

Mulyo Hadi (Brigjen Purnawirawan)
Mulyohadi (Pensiunan Jenderal Polisi) : Sebelum 87 kg, sesudah 74 kg, turun 13 kg, lingkar pinggang mengecil 10 cm

Monday, September 15, 2008

Kombinasi Pemakaian Produk Herbalife Untuk Mengatasi Masalah Kesehatan

KOMBINASI PEMAKAIAN PRODUK HERBALIFE UNTUK MENGATASI MASALAH KESEHATAN*)

1. Diabetes (Quick Start + Herbal Aloe)

Quick Start Program dan Herbal Aloe. Buat shake 1/2 porsi tiap kali konsumsi dengan interval/jarak 1/2 kali makan biasa. NPDM akan memperbaiki fungsi-2 tubuh yang rusak sedangkan Herbal Aloe akan membantu proses pembuangan racun yang menumpuk dalam sel tubuh.

2. Penurunan Kolesterol (Quick Start + Thermojetics Tea + Lipo Bond + Cell U Loss)

Quick Start Program, Thermojetics Tea dan Cell U Loss membakar lemak di pembuluh darah dan mempercepat proses aliran darah. Lipo Bond menangkap lemak jenuh yang dimakan. Olah raga mempercepat penurunan kolesterol, namun apabila tidak mempunyai banyak waktu untuk berolah raga, konsumsi Thermojetics Tea berfungsi seperti olah raga. Dengan tambahan Thermo + Lipo Bond + Olah Raga, penurunan cepat sekali.

3. Stroke (Quick Start + Thermojetics Tea + NRG + Herbal Aloe)

Quick Start Program. Thermo tea dikonsumsi sedikit demi sedikit (seujung kecil sendok teh tiap kali minum). NRG membuka saluran-2 di otak agar fungsinya cepat pulih. Herbal Aloe akan membantu proses pembuangan racun yang menumpuk dalam sel tubuh.

4. Masalah ginjal (Quick Start)

Gunakan program Quick Start. Kalau konsumsi air hanya diperkenankan sedikit sekali, buat shake dengan sedikit saja air. Atau makan NPDM dengan cara ngemil langsung.

5. Masalah pencernaan (Quick Start + Lipo Bond + Herbal Aloe)

Quick Start Program, Lipo Bond dan Konsumsi banyak Herbal Aloe.

6. Kulit dan jerawat

Quick Start Program. Konsumsi banyak Herbal Aloe. Kurangi makanan berlemak dan goreng-gorengan.

7. Asam Urat (Uric Acid problem)

Quick Start Program. Minum banyak air. Minimal 2 liter sehari. Makin banyak minum air, makin baik.

*) PERHATIAN :

Harap diperhatikan sekali lagi bahwa Produk Herbalife hanya makanan murni dan bukanlah suatu obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Gejala-gejala penyakit yang timbul, 70% disebabkan karena pola makan yang tidak baik – dan seringkali karena kekurangan nutrisi dalam tubuh (STATISTIK W.H.O)

Herbalife memberikan nutrisi yang tepat dalam sel tubuh Anda sehingga sel tubuh Anda mempunyai kesempatan untuk menyembuhkan sendiri (self healing).

Untuk hasil terbaik dan tidak perlu susah memilah-milah produk, gunakan Ultimate Program karena beberapa produk bersinergi satu sama lain. Namun jika masalah keuangan tidak memungkinkan, panduan di atas dapat dimanfaatkan. Panduan ini adalah pengalaman para Distributor, termasuk dokter yang menjadi distributor Herbalife, dan bukan pernyataan resmi dari Organisasi Herbalife International Inc.

KESIMPULAN:

1. Makan Normal = 1 kali, Minum Shake = 2 – 3 kali

2. Lebih banyak nutrisi di tubuh Anda,  Anda tidak merasa Lapar dan hasilnya lebih cepat turun berat badan.

3. Kurangi Nasi, Roti, dan Mie serta Perbanyak Sayur dan Buah-Buahan.



Detoksifikasi

DETOKSIFIKASI

APA ITU DETOKSIFIKASI?

Proses pembuangan racun dan sampah dari dalam tubuh. Proses ini sangat positif karena membantu tubuh melakukan proses pembersihan diri secara alamiah

Akan muncul tanda-tanda tertentu sebagai akibat dari pembersihan toksin/racun dalam jumlah besar

APAKAH DIALAMI SETIAP ORANG?

Tidak semua orang.

FAKTOR APA YANG MENENTUKAN?

Karena tiap orang mempunyai metabolisme yang berbeda, maka tanda yg muncul dalam proses detoksifikasi pada setiap orang juga berbeda.

Perbedaan ini sangat tergantung pada banyaknya toksin dalam tubuh dan kepekaan/tingkat sensitivitas tubuh terhadap perubahan.

GEJALA DETOKSIFIKASI?

Pusing, mual, gejala flu, sembelit, mulas, diare, atau gatal-gatal.

DETOKSIFIKASI SANGAT DIPERLUKAN UNTUK?

1. Mencegah penyakit.

2. Mengistirahatkan organ tubuh.

3. Membersihkan bagian dalam tubuh.

4. Membersihkan jerawat.

5. Memperlambat proses penuaan.

6. Meningkatkan fleksibilitas tubuh.

7. Meningkatkan fertilitas

SETELAH DETOKSIFIKASI ANDA AKAN MERASA:

Lebih kreatif, bersemangat, produktif, relax, dan nyaman.

SEPERTI KITA MENYIKAT GIGI, KITA HARUS BERKUMUR SEHABIS SIKAT GIGI. OLEH KARENA ITU MINUM LEBIH BANYAK AIR SELAMA DETOKSIFIKASI .... PASTI O.K.!

Bagaimana 8 Gelas Air Menjauhkan Lemak

BAGAIMANA 8 GELAS AIR MENJAUHKAN LEMAK?

Oleh: Donald Robertson M.D., M.Sc.

1. MENEKAN SELERA MAKAN

Air menekan selera makan secara alami dan membantu tubuh dalam metabolisme lemak. Kalau anda merasa lapar, belum tentu kekurangan makan. Kemungkinan besar hanya karena kurang minum air putih. Minumlah, rasa lapar akan Hilang.

2. MELANCARKAN FUNGSI GINJAL & HATI

Mengapa: Ginjal tidak dapat berfungsi sempurna tanpa air cukup. Bila mereka tidak bekerja sesuai kapasitas, sebagian dari beban mereka disalurkan ke hati. Salah satu fungsi utama hati adalah untuk metabolisme cadangan lemak untuk energi tubuh. Dg minum banyak air, ginjal makin efisien dan anda makin cepat turun berat badan.

3. RETENSI AIR

Minum banyak air adalah penanggulangan yang terbaik bagi retensi air. Bila tubuh kekurangan air, ia mulai mempertahankan setiap tetes air. Orang dengan berat badan lebih membutuhkan lebih banyak air daripada orang kurus. Orang yang lebih besar memiliki beban metabolik yang lebih tinggi. Sebagaimana kita ketahui bahwa air adalah kunci dari metabolisme lemak, maka orang dengan berat badan lebih membutuhkan lebih banyak air.

4. MEMELIHARA TONUS OTOT

Air membantu memelihara tenus otot yang baik dengan memberikan otot kemampuan alami mereka untuk kontraksi dan mencegah dehidrasi. Air juga membantu mencegah penuaan kulit yang biasanya mengikuti penurunan berat badan. Sel yang mengkerut terapung dalam air yang membuat kulit sintal, jernih, sehat dan kenyal. Air membantu membuang sampah-sampah. Selama penurunan berat badan, tubuh mempunyai sampah (ketone) yang lebih banyak untuk dibuang, semua lemak yang sudah dimetabolisir harus dibuang. Lagi-lagi air yang cukup membantu mengguyur keluar sampah tersebut.

5. MENGHILANGKAN KONSTIPASI/SEMBELIT

Air dapat membantu mengihilangkan konstipasi. Bila tubuh hanya mendapatkan sedikit air, tubuh akan menyerap yang dibutuhkannya dari sumber dalam tubuh. Kolon adalah satu sumber utama. Akibatnya? Konstipasi. Tetapi bila seseorang

Bila Anda berhenti minum air yang cukup, cairan tubuh Anda tidak seimbang dan terjadi retensi cairan, kenaikan berat badan dan timbulnya rasa haus. Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus kembali dan mengusahakan terobosan lain DAN:

MINUMLAH LEBIH BANYAK AIR!

Info Pemakaian Produk Herbalife

INFO PEMAKAIAN PRODUK HERBALIFE

A. Cara Mengkonsumsi Produk UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN (Pengurangan Kalori)

  1. MAKAN BIASA 1 kali,

  2. SHAKE 2 kali,

  3. TABLET 3 kali,

  4. NRG, THERMO,& ALOE, Dicampur dalam 1 botol Aqua besar (1,5 lt) per hari

  5. AIR PUTIH, minimal 3 botol Aqua Besar (1,5 liter) per hari

Penting:

Shake diminum sebagai pengganti nasi. Kalau masih terasa lapar, minum shake 3 - 4 kali sehari. Jangan khawatir, anda tidak akan menjadi gemuk. Yang membuat gemuk adalah ngemil dan makan berlebihan.

B. Cara Mengkonsumsi Produk UNTUK MENJAGA BERAT BADAN (Penyeimbangan Kalori)

  1. MAKAN 2 kali,

  2. SHAKE 1 kali,

  3. TABLET 3 kali,

  4. NRG, THERMO,& ALOE, Dicampur dalam 1 botol Aqua besar (1,5 lt) per hari

  5. AIR PUTIH, minimal 3 botol Aqua Besar (1,5 liter) per hari

Penting:

Shake diminum sebagai pengganti makan. Kalau masih terasa lapar, minum shake 3 - 5 kali sehari. Jangan khawatir, anda tidak akan menjadi gemuk. Yang membuat gemuk adalah ngemil dan makan berlebihan.

C. Cara Mengkonsumsi Produk UNTUK MENAIKKAN BERAT BADAN (Penambahan Kalori)

  1. MAKAN 4 kali,

  2. SHAKE 3 kali,

  3. TABLET 3 kali,

  4. NRG, THERMO,& ALOE, Dicampur dalam 1 botol Aqua besar (1,5 lt) per hari

  5. AIR PUTIH, minimal 3 botol Aqua Besar (1,5 liter) per hari

Penting:

Shake adalah bubuk NPDM dicampur dg minuman kesukaan anda. Shake diminum sebagai penambah makan, diminum setelah makan biasa.

CARA MENYIAPKAN PRODUK SETIAP HARI

1. SHAKE

Siapkan + 250 cc (1 gelas) air dingin/air biasa dalam gelas plastik bertutup/shaker, lalu masukkan 2 sendok makan munjung NPDM, tutup rapat dan dikocok sampai larut. Harus diminum sampai habis. TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN AIR PANAS DAN DIADUK ! (Lebih baik lagi bila menggunakan Blender)

2. TABLET

Kalau hendak bepergian, jangan lupa bawa tablet di dalam kotak tablet. Komposisi: 2 Fiber, 1 Lipo Bond dan 1 Cell U Loss

3. MINUMAN

Masukkan air ke gelas, campur dengan:

2 sendok teh peres Thermojetics Tea, 2 sendok teh peres NRG dan, 6 tutup botol Herbal Aloe, aduk sampai rata.

Masukkan campuran tsb. ke dalam botol Aqua Besar (Ukuran 1,5 liter). Habiskan dari pagi sampai siang.

4. AIR PUTIH

Minimal 3 botol Aqua Besar (1,5 liter) per hari.

Tes Kadar Lemak Badan & Kadar Lemak Perut

Tes Kadar Lemak Badan & Kadar Lemak Perut

(Memakai OSIM OS-107 VF Scan)

Tanggal


Tinggi Badan (cm)


Pukul


Usia


Nama


Jenis Kelamin


Berat Badan (kg)


Lingkar Pinggang (cm)


JENIS PENGUKURAN

UKURAN

KETERANGAN

BMI




VFA




FAT




Indikasi Resiko Kesehatan




Konsultasi Gratis Hasil Pengukuran : Eliyati, Jl. Bangka V/13 Rt 8/3, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Flexi: 021-70323166, hp 0811-105280


BODY MASS INDEX (BMI), untuk Penduduk Asia Dewasa (IOTF, WHO 2000)

Kategori

BMI (kg/m2)

Risk of Co-morbidities

Underweight

< 18,5

Rendah, tetapi resiko terhadap masalah2 klinis lain meningkat

Batas Normal

18,5-22,9

Rata-rata

Overweight

> 23


At Risk

23-24,9

Meningkat

Obese 1

25-29,9

Sangat Meningkat

Obese 2

> 30

Berbahaya


LINGKAR PINGGANG dan Perbandingan antara lingkar pinggang dengan lingkar pinggul

Pengukuran

PRIA


WANITA



Resiko Meningkat

Resiko sangat meningkat

Resiko Meningkat

Resiko sangat meningkat

Lingkar pinggang

> 94cm

> 102cm

> 80cm

> 88cm

Perbandingan lingkar pinggang/lingkar pinggul

0.9

1.0

0.8

0.9


BODY FAT RATIO (% total lemak tubuh dibandingkan total berat badan)

Indikasi


Rendah

Rata2

Tinggi

Sangat Tinggi

Body Fat Ratio

Laki-laki

< 9,8%

10%-19,8%

20%-24,8%

> 25%


Wanita

< 19,8%

20%-29,8%

30%-34,8%

> 35%


VISCERAL FAT AREA (VFA) : (lemak yang berada disekitar organ2 internal tubuh/perut)

Indikasi

Rendah

Rata2

Tinggi

Sangat Tinggi

VFA

40

50-90

100-140

> 150


Kegemukan berarti kadar lemak jahat dalam darah (kolesterol, LDL, trigliscrid) tinggi terus. Selain karib dengan jantung koroner, orang obesitas bertetangga dengan kencing manis dan darah tinggi. Gemuk gudang penyakit. Penyakit
jantung, kencing manis, perlemakan hati, gampang jatuh sakit, kekebalan tubuh lebih lemah (cel mediated immune response terganggu dan aktivitas sel darah putih menurun), kekurangan seng dan zat besi, berisiko kalau pembedahan, umur lebih pendek dan harapan (life expectancy
). Sebuah statistik asuransi mencatat, cuma 60 persen orang obesitas bisa mencapai umur 60, bisa 90 persen jika kurus. Yang mencapai umur 70 sekitar 30 persen, 50 persen kalau bisa tetap kurus. Cuma 10 persen orang kegemukan yang masih hidup sampai umur 80, sedang peluang orang kurus bisa 30 persen.

(Dikutip dari "Umur Kita Di Nomor Ikat Pinggang!" oleh Oleh: Dr. Handrawan Nadesul)

Menurut MD Van Loan (1996) bahwa lemak tubuh yang berhubungan dengan penyakit jantung adalah timbunan lemak di dalam rongga perut. Sementara, Bjontorp (1991) menyatakan bahwa lemak di dalam rongga perut merupakan prediktor kuat terhadap penyakit jantung, pembuluh darah, dan diabetes melitus. Pakar lainnya, ML Wahlqvist (1977) bahwa lemak di dalam rongga perut merupakan pemicu untuk terjadinya diabetes melitus, hipertensi, hiperlipidaemia, dan penyakit kardiovaskuler. Sedangkan menurut Ellissa Epel (2000) dari San Fransisco bahwa untuk wanita berbadan kurus yang sering stres akan meningkatkan sekresi hormon kortisol yang dapat memicu penimbunan lemak di rongga perut sebagai penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke serta diabetes melitus.

Sebagai bukti dugaan tentang adanya kaitan antara lemak di dalam rongga perut yang dinyatakan dengan nilai RLPP dengan kadar kolesterol, maka telah dilakukan penelitian di Kota Surabaya. Hasilnya bahwa secara bermakna ada hubungan positif secara paralel antara RLPP dengan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan kolesterol total. Artinya, semakin tinggi nilai RLPP atau semakin banyak timbunan lemak di dalam rongga perut akan diikuti dengan tingginya kadar kolesterol LDL juga diikuti dengan meningkatnya kolesterol total.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kadar kolesterol LDL dan kolesterol total semakin panjang ikat pinggang seseorang orang tersebut. Atau kadar kolesterol LDL dan kadar kolesterol total berbanding lurus dengan panjang ikat pinggang. Untuk menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL, selain obat-obatan adalah dengan menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal. Sedangkan untuk kolesterol HDL, secara bermakna ada hubungan negatif secara paralel antara RLPP dengan kolesterol HDL (kolesterol baik). Artinya semakin tinggi nilai RLPP atau semakin banyak timbunan lemak di dalam rongga perut akan diikuti dengan merendahnya kadar kolesterol HDL. Secara sederhana dapat dikakan bahwa semakin panjang ikat pinggang seseorang, maka akan semakin rendah kadar kolesterol HDL orang tersebut. Atau kadar kolesterol HDL berbanding terbalik dengan panjang ikat pinggang. Untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL, selain obat-obatan adalah dengan meningkatkan aktifitas fisik, menurunkan berat badan dan tidak merokok.

(Dikutip dari "Panjang Ikat Pinggang Mencerminkan Kadar Kolesterol" oleh: Sugeng Wiyono SKM Mkes, Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta II, Depkes RI)

Kegemukan dan Diabetes

Kegemukan dan Diabetes

Dr. Johanes Chandrawinata, M.N.D

KEGEMUKAN merupakan masalah kesehatan yang sering diabaikan oleh masyarakat kita. Bagi kebanyakan orang, kegemukan hanyalah sebagai kelebihan berat badan dan berkurangnya keindahan tubuh. Anggapan yang lebih "parah", kegemukan dianggap sebagai simbol kemakmuran seseorang. Sering kita dengar, sebutan cukong atau bos kepada seorang pria yang perutnya buncit.

Kesadaran masyarakat akan masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh kegemukan ini masih minim sekali. Hal itu tercermin dari hasil survei independen yang dilaksanakan di Jakarta pada November 2001 (data ada pada penulis) yang hanya 30% responden yang menyadari bahwa kegemukan adalah suatu penyakit kronis.

Kegemukan umumnya diukur sesuai dengan standar yang digunakan oleh WHO, badan kesehatan dunia, dengan menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT). IMT diukur dengan rumus IMT = Berat Badan (kg): Tinggi badan2 (m2) sehingga satuannya adalah kg/m2. Untuk orang Asia, dianjurkan menggunakan klasifikasi IMT yang berbeda dengan orang Barat karena kadar lemak tubuh orang Asia lebih besar ketimbang orang Barat pada usia, jenis kelamin, dan IMT yang sama.

IMT juga menggambarkan kegemukan lemak tubuh sampai batas tertentu. Selain IMT, penting juga mengetahui lingkar pinggang. Lingkar pinggang menggambarkan banyaknya lemak dalam perut kita. Lingkar pinggang untuk pria sebaiknya kurang dari 90 cm dan untuk wanita kurang dari 80 cm. Ukuran lingkar pinggang ini penting untuk mengetahui risiko penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida). Semakin besar lingkaran pinggang, risiko terkena penyakit-penyakit tersebut menjadi semakin besar.

Pada saat ini, di seluruh dunia sedang terjadi peningkatan angka kejadian kegemukan dan diabetes secara bersamaan. Beberapa pakar kedokteran menyebutnya sebagai wabah diabesity, yaitu gabungan antara diabetes dan obesity (kegemukan). Memang lebih dari 80% penderita adalah penderita kegemukan juga, seperti ditulis oleh Greenberg dam McDaniel dalam European Journal of Clinical Investigation tahun 2002. Pertanyaan yang mungkin muncul, "Bagaimana hubungan antara kegemukan dengan diabetes?

Kegemukan sering menimbulkan kondisi yang disebut sebagai peningkatan resitensi insulin. Definisi resistensi insulin adalah respons biologis tubuh yang abnormal berupa tingginya kadar insulin tubuh yang diperlukan untuk menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Misalnya, untuk menjaga kadar gula darah dalam batas normal pada orang sehat hanya diperlukan 5 unit insulin, namun pada orang gemuk diperlukan 10 sampai 15 unit insulin.

Para ilmuwan telah meneliti fenomena ini dan menduga adanya peran dari resistin. Resistin merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh sel-sel lemak tubuh dalam timbulnya resistensi insulin ini. Sel-sel lemak dalam tubuh ternyata aktif menghasilkan berbagai jenis hormon dan senyawa lainnya dan sampai saat ini masih dalam proses penemuan. Setiap tahunnya penemuan demi penemuan baru menambah panjang daftar zat yang dihasilkan oleh jaringan lemak tubuh.

Penemuan resistin yang diduga sebagai penjelasan hubungan antara obesitas (kegemukan) dan diabetes masih perlu dipelajari lebih lanjut karena ternyata hubungan antara kadar resistin tubuh dan resistensi insulin ternyata tidak selalu linier. Dengan kata lain, kadar resistin yang tinggi tidak selalu menyebabkan timbulnya diabetes.

Kegemukan juga menyebabkan tingginya kadar sitokin darah seperti Tumor Necrosis Factor alpha dan IL-6 (Interleukin-6). Kedua jenis sitokin ini pada model penelitian terbukti memengaruhi produksi insulin oleh sel-sel beta di pankreas (walaupun efek klinis penemuan ini belum jelas). Jadi ada kemungkinan bahwa sitokin berpotensi menyebabkan resistensi insulin dan rusaknya sel-sel beta pankreas sehingga menimbulkan diabetes. Selain sitokin, kegemukan juga menyebabkan kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acids/FFA) meningkat dengan efek sama seperti sitokin.

Hubungan antara angka kejadian kegemukan dan diabetes yang erat ini masih merupakan ladang penelitian yang masih perlu digali lebih dalam oleh para pakar. Penemuan hormon dan senyawa baru dari jaringan lemak serta efek biologis terhadap seluruh tubuh masih dalam tahap perkembangan dan pemahaman akan berbagai mekanisme hubungan sebab akibat dalam tubuh kita akan sangat membantu dalam mencari pengobatan yang paling efektif dan aman untuk penyakit diabetes ini.

Juga perlu diingat, kegemukan sebagai awal malapetaka berbagai jenis penyakit ini sudah saatnya mendapat perhatian yang sepantasnya dan pengobatan semestinya, jangan dianggap remeh sebagai masalah keindahan tubuh semata-mata.

Dr. Johanes Chandrawinata, M.N.D., spesialis Gizi Medik RS St. Borromeus

Ikat Pinggang Mencerminkan Kadar Kolesterol

Ikat Pinggang Mencerminkan Kadar Kolesterol

Sugeng Wiyono

MEMBACA judul di atas, diperoleh dua pengertian yang sangat kontroversi. Pertama tentang ikat pinggang yaitu sekadar asesoris yang selalu dikenakan hampir semua orang setiap hari. Kedua, tentang kolesterol, yang memberi kesan menakutkan, karena orang senantiasa mengaitkan dengan penyakit jantung koroner.

Menurut survei kesehatan rumah tangga (SKRT, 1995) penyakit jantung koroner merupakan penyebab nomor wahid kematian. Tetapi, itulah kesimpulan dari suatu penelitian tentang hubungan antara kandungan lemak dengan rongga perut dengan kadar Kolesterol. Untuk lebih jelas, mari kita urai lebih lanjut.

Kelebihan energi makanan yang kita konsumsi setiap hari secara kumulatif akan ditimbun sebagai cadangan energi berupa lemak tubuh. Dengan menggunakan Caliper, bagian-bagian tubuh yang sering dilakukan pengukuran untuk mengetahui adanya lemak tubuh antara lain pada lengan atas bagian depan/biceps, lengan atas bagian belakang/triceps, pada bagian belakang tubuh tepatnya pada bagian tulang belikat/subscapula dan pada suprailiaca.

Menurut MD Van Loan (1996) bahwa lemak tubuh yang berhubungan dengan penyakit jantung adalah timbunan lemak di dalam rongga perut. Sementara, BjOntOrp (1991) menyatakan bahwa lemak di dalam rongga perut merupakan prediktor kuat terhadap penyakit jantung, pembuluh darah, dan diabetes melitus. Pakar lainnya, ML Wahlqvist (1977) bahwa lemak di dalam rongga perut merupakan pemicu untuk terjadinya diabetes melitus, hipertensi, hiperlipidaemia, dan penyakit kardiovaskuler. Sedangkan menurut Ellissa Epel (2000) dari San Fransisco bahwa untuk wanita berbadan kurus yang sering stres akan meningkatkan sekresi hormon kortisol yang dapat memicu penimbunan lemak di rongga perut sebagai penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke serta diabetes melitus.

Menurut Lapidus (1994) secara teknis untuk mengetahui adanya timbunan lemak di dalam rongga perut yaitu dengan melihat nilai bagi antara lingkar pinggang dengan lingkar pinggul atau lebih dikenal sebagai nilai rasio lingkar pinggang-pinggul (RLPP) atau waist to hip ratio. Dengan menggunakan pita meteran yang biasa digunakan penjahit, lingkar pinggang diukur tepat atau sentimeter di atas pusar, dan untuk lingkar pinggul diukur tepat pada bagian pertengahan bokong.

Nilai RLPP yang tinggi mencerminkan banyaknya timbunan lemak pada rongga perut. Selanjutnya Bray (1996) membagi RLPP menjadi dua kategori, yaitu kategori RLPP tinggi dan RLPP rendah. Untuk pria dianggap tinggi jika nilai RLPP lebih dari 0.95 dan untuk wanita lebih dari 0.80. Selain itu lemak tubuh juga sebagai cerminan terjadinya kelebihan berat badan/overweight atau kegemukan/obesitas. Sementara, Hipocrates (460-359 SM) yang lebih dikenal sebagai bapak ilmu pengetahuan, sejak jauh hari telah menyatakan bahwa orang gemuk lebih cepat meninggal.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa lemak tubuh sangat dekat dengan berbagai penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif yang sangat populer yaitu penyakit jantung koroner. Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner adalah karena terjadinya dislipidaemia.

Manifestasi dislipidaemia adalah tingginya jenis kolesterol total dan tingginya kolesterol LDL serta rendahnya jenis kolesterol HDL. Kolesterol total di masyarakat lebih dikenal sebagai kolesterol saja. Sedangkan kolesterol LDL lebih dikenal sebagai jenis kolesterol jahat, karena dapat menyebabkan terjadinya pengapuran pembuluh koroner dan mengirim serta menimbun kolesterol pada pembuluh koroner dan bersifat sangat aterogenik.

Jika dikaitkan dengan penyakit jantung koroner, maka peningkatan 1,0 persen risiko PJK untuk setiap kenaikan 1 mg/dl kolesterol LDL. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu rendah kadar kolesterol LDL anda (di bawah 130 mg/dl) dan rendah kolesterol total (di bawah 200 mg/dl). Sebaliknya jenis kolesterol HDL sangat dikenal sebagai kolesterol baik, karena sebagai inti oksidan yang dapat menghambat produksi peroksidase lemak atau mencegah terjadinya oksidasi LDL dan dapat mengurangi pembekuan darah. Jika dikaitkan dengan penyakit jantung koroner, bahwa risiko penyakit jantung akan berkurang 2-3 persen untuk setiap penambahan 1 mg/dl kolesterol HDL. Oleh karena itu, usahakan selalu tinggi kadar kolesterol HDL Anda (di atas 45 mg/dl).

Sebagai bukti dugaan tentang adanya kaitan antara lemak di dalam rongga perut yang dinyatakan dengan nilai RLPP dengan kadar kolesterol, maka telah dilakukan penelitian di Kota Surabaya. Hasilnya bahwa secara bermakna ada hubungan positif secara paralel antara RLPP dengan kolesterol LDL dan kolesterol total. Artinya, semakin tinggi nilai RLPP atau semakin banyak timbunan lemak di dalam rongga perut akan diikuti dengan tingginya kadar kolesterol LDL juga diikuti dengan meningkatnya kolesterol total.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kadar kolesterol LDL dan kolesterol total semakin panjang ikat pinggang seseorang orang tersebut. Atau kadar kolesterol LDL dan kadar kolesterol total berbanding lurus dengan panjang ikat pinggang. Untuk menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL, selain obat-obatan adalah dengan menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal.

Sedangkan untuk kolesterol HDL, secara bermakna ada hubungan negatif secara paralel antara RLPP dengan kolesterol HDL. Artinya semakin tinggi nilai RLPP atau semakin banyak timbunan lemak di dalam rongga perut akan diikuti dengan merendahnya kadar kolesterol HDL. Secara sederhana dapat dikakan bahwa semakin panjang ikat pinggang seseorang, maka akan semakin rendah kadar kolesterol HDL orang tersebut. Atau kadar kolesterol HDL berbanding terbalik dengan panjang ikat pinggang. Untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL, selain obat-obatan adalah dengan meningkatkan aktifitas fisik, menurunkan berat badan dan tidak merokok.

Suatu penelitian membuktikan bahwa dengan melakukan senam aerobik dan lari jogging yang memerlukan 6 kilokalori per menit selama satu jam 3-4 kali per minggu dalam kurun waktu enam bulan dapat meningkatkan kolesterol HDL mencapai 33,83 persen. Selain itu bahwa setiap penurunan 0,5 kg lemak akan terjadi peningkatan satu persen kolesterol HDL.

Penelitian lain membuktikan bahwa secara bermakna individu yang merokok memiliki kadar kolesterol HDL lebih rendah sebesar 6,5 mg/dl. Penelitian lain di Nashville's Vanderblt University menyatakan bahwa setelah seminggu berhenti merokok, maka terjadi peningkatan 15 persen atau sekitar 7 point kadar HDL. Sementara, menurut Elzbieta Kurowska dari Universitas of Western Ontario bahwa flavonoid yang terdapat dalam jeruk juga dapat meningkatkan kolesterol HDL.

Demikianlah uraian tentang kajian kaitan antara lemak di dalam rongga perut dengan kadar kolesterol. Ada baiknya jika secara dini kita deteksi kemungkinan adanya timbunan lemak di dalam rongga perut sekaligus untuk memperkirakan kadar kolesterol kita. Bagaimana dengan nilai RLPP Anda atau berapa panjang ikat pinggang Anda?

Sugeng Wiyono SKM MKes Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta II, Depkes RI